Arsip

Posts Tagged ‘pekerjaan’

Jalan-Jalan #1: Ke Samarinda Kota Tepian..Yuk…

Desember 15, 2011 Tinggalkan komentar

Akhir november, Saya berkesempatan jalan-jalan ke Kota Samarinda, salah satu kota di Kalimantan Timur. Seperti perjalanan saya ke kota-kota lainya, nuansa kota ini sangat memberikan kenangan yang mendalam bagi Saya. Waktu kunjungan 28 sd 30 November 2011 tidaklah cukup untuk menjelajah habis semua hal yang ada di Kota Samarinda ini.

Cerita “bisa” Jalan-Jalan Ke Samarinda

Cerita berawal ketika pertengahan november 2011, di suatu malam ketika teman lama menelpon, Dan di ujung telepon yang berbicara ternyata teman dari Samarinda. “Pak..Sani ada kesibukan di akhir november??” seperti itulah pembicaraan awal waktu itu. Kemudian pembicaraan melebar pada kesediaan saya untuk bisa mengisi salah satu acara sebagai nara sumber.  Kemudian, hari berjalan dan berlanjut dengan komunikasi via sms, telpon dan email dengan topik apa yang bisa disampaikan. Kemudian kami ketemu pada suatu topik dan detail materi yang akan disampaikan oleh saya. Batasan-batasan waktu dan materi, serta hal-hal yang mesti saya siapkan buat kegiatan tersebut.

Saya  kemudian menyatakan kesiapan diri untuk kegiatan tersebut, dan langsung menyiapkan beberapa materi sebagai bahan pegangan peserta nantinya. Saya bersyukur memang bisa diundang di tempat tersebut dan sekaligus bisa memberikan ‘sedikit’ pengalaman selama ini untuk teman-teman disana.

Lalu, teman menyebutkan “Pak Sani … biasanya di bayar berapa ?”.. Ini sebenarnya pertanyaan  yang “susah-susah” untuk dijawab dan menurut saya banyak susahnya untuk dijawab ketimbang mudahnya mencari jawabannya. Untuk menjawab kebimbangan teman dalam hal ini, saya kemudian menyatakan “udahlah asal bisa pp samarinda-cirebon aja udah cukup..”.

Baca selanjutnya…

Curhat : Catatan untuk teman2 yg resign

Juli 23, 2011 4 komentar

entah apa yang terpikir oleh saya.. setiap mendengar ada rekan atau teman yang ‘resign’ sepertinya ada kesedihan yang mendalam. Bisa jadi karena orangnya 🙂 atau bisa juga karena kinerja kantor yang bakalan terganggu akibat resign itu.

Keluar dan masuk dalam pekerjaan sepertinya merupakan hal biasa, terlebih ketika salah satu pertimbangannya adalah masalah ‘materi’ yang diterima tidak sesuai dengan pengeluaran yang bakalan dikeluarkan. Alasan lainnya bisa jadi karena ikut suami (klo perempuan, sayangnya sy nggak bs ikut istri), atau alasan lainnya dengan alasan positif.

Beberapa tahun yang lalu ketika saya mulai bekerja di salah satu pabrik textil di bandung, keluar dan masuk karyawan dipabrik itu seperti nya hal biasa. Hari ini kenal dengan si A, ketika besok saya cari udah resign, atau 2 atau 3 hari atau sebulan kemudian. Jadi dalam setahun kerja disana saya udah kenal banyak sekali karyawan yang resign sampai akhirnya saya pun ikut resign setahun kemudian.

Balik lagi ke kondisi saat ini, mendengar bakalan ada banyak eksodus yang keluar mulai bulan depan sepertinya memberikan suatu peringatan bagi manajemen ‘ada apa sebenarnya’ di dalam. Tanpa memberikan penilaian jelek terhadap perusahaan atau orang yang akan resign tersebut. Hal ini seharusnya menjadi perhatian dan sistem yang telah coba dibangun pastinya hancur dan stack lagi… (poor me….kehilangan orang terus…..)

Saya pribadi (dalam hati) sebenarnya kurang cocok bekerja dikantoran, saya sebenarnya orang rumahan.. seneng bekerja dirumah, kumpul sama istri dan semua pekerjaan diluar dapat dimanage dan diatur secara langsung dari rumah. Pernah ada niatan dalam hati untuk resign, tapi mentok lagi mentok lagi.. alasannya sebenarnya klise.. nggak ada modal tambahan untuk membangkitkan dan memindahkan usaha yang udah dirintis ke tahapan selanjutnya.(heheeee….)

Baca selanjutnya…

%d blogger menyukai ini: