Arsip

Posts Tagged ‘inspirasi’

Please Jangan Lebay dong !! ..Bersatu Coba !!!

September 12, 2012 Tinggalkan komentar

Please… bersatu dong!!!!!. Bosan rasanya menonton, mendengar dan membaca semua pertikaian yang terjadi selama ini di Indonesia. Sepertinya semua hal dan semua sisi saat ini dapat selalu dijadikan objek penderitaan untuk bahan pertikaian. Kangen rasanya melihat kembali Indonesia bersatu seperti dulu, waktu zamannya pak Harto. Adem, kemana-mana enak rasanya, tanpa perlu khawatir inilah itulah dan segala kekwatiran kita seperti saat ini. Di Radio, Koran dan TV pun adem, tidak ada tontonan orang yang berkelahi disiarkan secara langsung, tidak ada pembicaraan yang cenderung melemahkan semua pimpinan kita.

Kesalahan apa ada pada masa itu?? Pasti ada…tentunya. Semua manusia tentunya lahir dengan hal-hal yang positif. Saya ingat ucapan Dedy Corbuzier pada acara hitam putih Selasa #11 Sept 2012#. Inti acara hari itu yang disampaikannya diakhir acara “Manusia sebenarnya dilahirkan untuk mencari dan memiliki Naluri yang baik, sebagai perbandingan mas Dedy mencontohkan penelitian tentang memilih antara kue tart dan apel..Semua manusia memiliki naluri baik, perubahan naluri dari baik ke kurang baik bukan naluri manusia yang sebenarnya”.

Maka ketika saat ini banyak pertikaian, dendam kesumat, caci dan maki, hina menghina sebenarnya hal itu bukanlah naluri asli seorang manusia…Seyogyanya lah kita harus tetap menjaga naluri ke-baik-an yang menjadi fitrah kita sejak dilahirkan.

Baca selanjutnya…

Selamat Menunaikan Ibadah Ramadhan, Maaf Lahir Bathin.

Tidak banyak yang bisa ditulis untuk artikel ini. Tulisan-tulisan di Blog  ini  sudah off kira-kira 2 bulan lebih. Banyak persoalan dalam beberapa bulan kemarin. Terkadang mencari pemecahan masalah tidaklah bisa dilakukan seorang diri. Tapi itulah yang saya lakukan untuk memperbaiki semua persoalan selama ini. Ibarat memilih dua hal yang berbeda seperti buah simalakama, “Di makan salah nggak dimakan salah juga”.

Setiap manusia pasti sering dihadapi dengan persoalan. Dari persoalan kerjaan, sekolah sampai dengan permasalahan hidup dan keluarga. Menjadi pribadi yang tidak memiliki persoalan pastilah “non sense”. Pasti ada kok?? begitu teman-teman chatting mengatakannya. Ya…. itulah yang saya hadapi beberapa bulan kemarin. Sedih memang, tapi semuanya harus bisa dihadapi, bukan orang lain yang bisa menghadapinya tapi kita sendirilah yang akan menghadapinya.

Baca selanjutnya…

Curhat #2: Memory untuk 36+

Maret 1, 2012 2 komentar

Kesempatan Datang Sekali, Jadi jangan pernah menyia-nyiakannya..

Hari ini tepat 36 tahun berjuang dalam hidup. Saya nyebut nya 36+. Tanda + (plus) mengisyaratkan penuhnya perjuangan selama ini. Dan perjuangan itu akan terus ada, tanda +(plus) itulah yang menyebabkan saya pribadi bisa memotivasi diri sendiri untuk semua hal. Tanda plus juga yang sering saya gunakan untuk bisa disiplin,kerjakeras, dan sekali lagi termotivasi dengan semua hal yang positif. 36+ adalah suatu pengulangan tahun yang tidaklah muda. 36 adalah angka ‘tua‘ untuk memulai sesuatunya dari awal. Tapi periodesasi hidup mestilah harus selalu dihadapi dengan baik.

Baca selanjutnya…

Suamiku, Bicaralah..Please!

Oktober 25, 2011 2 komentar

Saya cuplik tulisan dibawah ini, dan ‘sedikit’ memberikan gambaran tentang saya ‘actually’..:)

salam
———————————
Suamiku, Bicaralah..Please!
sUMBER : http://www.voa-islam.com/muslimah/artikel/2011/01/13/12763/suamiku-bicaralahplease/
———————————————————————————————————————————
“Aku gemeess dengan suamiku, ditanya apapun jawabnya hanya “he emm” atau paling banyak hanya
“terserah mama saja”.
Itulah beberapa curhatan dari para istri yang merasa sangat geregetan dengan
perilaku para suami mereka yang sangat pendiam dan benar benar menjadi Mr. No comment.
Banyak kejadian yang menurut mereka, enak dan bisa menjadi bahan diskusi yang menarik,
tapi hanya berakhir dengan jawaban dari sang suami, ” iya” dan atau kalimat simple ” terserah”.
Bahkan ada yang mungkin hanya cukup dengan senyuman.
Baca selanjutnya…

Resume : Curhat seorang Sahabat

Oktober 3, 2011 Tinggalkan komentar

Catatan dan curhat sahabat di pertengahan tahun 2010….

Siang itu ketika sedang melakukan pengujian salah seorang mahasiswa bimbingan,
saya mendapatkan SMS sbb :
“pak..lg sidang?Ada yang mau sy obrolin
bisa keruangan saya sebentar… thanks.”
kira-kira penggalan sms dari salah seorang pimpinan Sy dikantor.
Saya bergegas dengan segera untuk mencoba mengakhiri sidang mahasiswa dihari itu
dan kebetulan mhs ini tidaklah terlalu banyak masalah yg bisa saya temukan dilaporan dan aplikasi yang didemokannya.
Dan didukung cara penyajiannya yang menyenangkan akhirnya saya bisa menutupnya dengan segera.

Ada yang mau resign pak dalam 2-3 hari lagi
———————————————————
Ternyata ada rekan kerja yang dalam gosip akan resign dalam 2-3 ini. Mungkin perasaan
beliau agak gundah mengenai ini dan katanya butuh orang utk diskusi.
alasan-alasannya disampaikan oleh beliau kenapa rekan kerja ini akan resign.
salah satu alasan ternyata adalah pembagian porsi ******, jumlah ******ng yang
dilakukan oleh ***** tidak sesuai. Akibatnya menimbulkan banyak kecemburuan menurut beliau.

There’s a loser in our office
——————————
Selain masalah resign tsb ternyata saya mengetahui hal yang baru juga dari beliau bahwa salah
seorang pimpinan dilevel ******** ternyata ada yang berlaku seperti seorang loser..
ha.. apa lagi ini… hmmmmm…..

salam

Catatan…

September 25, 2011 Tinggalkan komentar

Jika hidup ini seumpama rel kereta api dalam eksperimen relativitas Einstein, maka pengalaman demi pengalaman yang menggempur kita dari waktu ke waktu adalah cahaya yang melesat-lesat di dalam gerbong di atas rel itu. Relativitasnya berupa seberapa anyak kita dapat mengambil pelajaran dari pengalaman yang melesat-lesat itu. Analogi eksperimen itu tak lain, karena kecepatan cahaya bersifat sama dan absolut, dan waktu relatif tergantung kecepatan gerbong—ini pendapat Einstein—maka pengalaman yang sama dapat menimpa siapa saja, namun sejauh mana, dan secepat apa pengalaman yang sama tadi memberi pelajaran pada seseorang, hasilnya akan berbeda, relatif satu sama lain.

(Andrea Hirata, Laki-Laki Zenit dan Nadir, Edensor).

sepi

September 23, 2011 Tinggalkan komentar

Khutbah Jum’at hari ini begitu menggugah. Memang tidak terekam dengan jelas oleh saya karena berusaha menahan kantuk yang selalu menggoda. Ada satu ungkapan menarik yang menjadi ketertarikan saya. ungkapannya sangatlah pendek, tapi seperti memberikan pengertian yang mendalam.

Tidak ada Gunung yang membuat kita terjatuh, tapi kerikil kecil dijalanan lah yang sering membuat kita terpeleset…

Kategori:Pribadi Tag:,
%d blogger menyukai ini: