Arsip

Archive for the ‘Lain-Lain’ Category

senang bersamamu

Saat senja berlalu, ku cari dirimu Karena ku selalu senang bersamamu Hingga pagi pun mau, bila oh denganmu Karena ku selalu senang bersamamu Apa mungkin diriku tanpamu? Rasanya semu Hingga pagi pun mau, bila oh denganmu Karena ku selalu senang bersamamu Apa mungkin diriku tanpamu? Rasanya semu Apa mungkin dirimu tanpaku? Ku rasa kaupun ragu Hingga pagi pun mau, bila oh denganmu Karena ku selalu senang bersamamu Senang bersamamu.. senang bersamamu

Man jadda wajada

Januari 8, 2016 Tinggalkan komentar

Terpukul rasanya ketika membaca buku ‘man jadda wajada’ the art of excellent life, seolah-olah kebenaran tulisan itu nyatalah terjadi saat ini. Kok bisa? “Jika seseorang mempunyai kemampuan menulis,misalnya, menjadi pertanyaan adalah bagaimana ia mengembangkan potensi menulis itu? “. Sebuah sindiran sebenarnya, karena hal itu terasa sekali..seperti blog ini saja,di tahun kemaren 2015 seolah-olah menjadi sangat fakum sekali..

Baca selanjutnya…

catatan#1.Tentang pilpres 2014

Mei 22, 2014 1 komentar

Nggak sengaja..ngubek-ngubek untuk cari file di komputer, ketemu file yang isinya :

Apa yang dinikmati kini adalah hasil perjuangan pemimpin sebelum ini. Jika mahukan perubahan, perubahan yang terancang,
tersusun dan rapi adalah lebih terjamin berbanding dengan meruntuhkan apa yang telah dibina
— Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak

Jadi inget saat ini..masa-nya untuk pemilihan presiden dan wakil presiden 2014-2019. Saya memang dilahirkan dijaman pak Harto, besar dan menjalani pendidikan dasar dan menengah serta sebagian pendidikan tinggi dijaman ORBA, artinya mau tidak mau saya mengakui bahwa saya adalah angkatan orba. Banyak celah baik dan jelek dimasa orba itu, tapi yakinlah bahwa dibalik kejelekan akan muncul kebaikan. Itulah yang saya yakini sampai dengan saat ini.

Ingat saat itu, seperti mengingat masa lalu, masa kecil dan masa yang selalu terkenang. Masa yang tidak hiruk pikuk dengan kemacetan, demo dimana-mana. Orang-orang selalu berbahagia, segala terkoordinasi dengan baik diluaran, khususnya dimasyarakat kecil.  Tapi itulah masa lalu, hanya bisa dikenang dan sebaiknya jangan dikenang segala kejelekannya, slalu ingatlah dengan semua kebaikan yang dihasilkannya.

Pemimpin begitu juga, sebaiknya kita tidak terlalu banyak mengingat kejelekannya. Tidak ada seorangpun didunia ini yang luput dari kesalahan. Yakinlah itu !!!!!. Pemimpin kita juga seperti itu. Ingatlah semua kebaikkannya..

Baca selanjutnya…

Kenangan : MLTR (Michael Learns To Rock)

Februari 4, 2014 1 komentar

pagi tadi, sebelum berangkat ke kantor sempet menonton acara musik di MNC Music. Kali ini acaranya adalah ‘One hour with’, Saya ternyata agak telat memutar remote TV, karena acaranya sudah masuk bagian akhir. Tapi ternyata acaranya lah yang membuat saya sangat menikmati sarapan pagi itu. Group Musik MLTR la yang menjadi acara musik sejam saat itu.

Lagu-lagunya ternyata banyak yang menarik dan menurut saya sangat mudah untuk dihapal dan dinyanyikan. Beberapa lagu favorit saya pun cukup banyak dan agak banyak yg bisa saya hapalkan liriknya. Mulai dari ’25 Minute’, ‘Breakeng my heart’, sampai ‘ Sleeping Child’.

Beruntung saya punya kakak (alm) yang senang koleksi kaset waktu dulu, jadi ketika beliau teriak-teriak dan menyanyikan lagu-lagu barat saya ikut menyimak dan mendengar. Hasilnya saya cukup familiar banget dengan lagu-lagu dari MLTR ini.

Saya kemudian browse ke youtube dan menemukan alamat dibawah ini.

 

 

Kategori:Lain-Lain Tag:, ,

Film#1.Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk

Januari 17, 2014 1 komentar

Desember tahun 2013 kemaren, bersama istri memilih untuk menonton film di XXI. Pilihannya jatuh ke film ‘Soekarno’ atau ‘Tenggelamnya kapal Van der Wijk’. Keduanya menjadi alternatif kami karena film satu lagi bercerita  tentang setan yang sepertinya jauh dari kesukaan kami berdua. Pilih-pilih kancing, akhirnya jatuh ke film ‘Tenggelamnya Kapal Van der Wijk’.

Kata saya ke istri dulu waktu SMA saya pernah baca novelnya, sama seperti novel-novel lainnya seperti ‘robohnya surau kami’, ‘harimau-hariamu’,’siti nurbaya’ dan novel-novel yang dulu selalu menjadi favorit dalam mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMP atau di SMA. Sekarang gmana ya????????

Tapi kemudian saya bilang lagi keistri saya sendiri udah lupa sinaposisnya apa. Akhirnya Saya coba cari di internet untuk mencoba mengingat sinopsisnya sebelum nonton film tsb. Dan saya menemukannya di alamat ini http://id.wikipedia.org/wiki/Tenggelamnya_Kapal_Van_der_Wijck.

Tenggelamnja Kapal Van der Wijck (EYD: Tenggelamnya Kapal Van der Wijck) adalah sebuah novel yang ditulis oleh Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal dengan nama Hamka. Novel ini mengisahkan persoalan adat yang berlaku di Minangkabau dan perbedaan latar belakang sosial yang menghalangi hubungan cinta sepasang kekasih hingga berakhir dengan kematian.

Novel ini pertama kali ditulis oleh Hamka sebagai cerita bersambung dalam sebuah majalah yang dipimpinnya, Pedoman Masyarakat pada tahun 1938. Dalam novel ini, Hamka mengkritik beberapa tradisi yang dilakukan oleh masyarakat pada saat itu terutama mengenai kawin paksa. Kritikus sastra Indonesia Bakri Siregar menyebut Van der Wijck sebagai karya terbaik Hamka, meskipun pada tahun 1962 novel ini dituding sebagai plagiasi dari karya Jean-Baptiste Alphonse Karr berjudul Sous les Tilleuls (1832).”

Diterbitkan sebagai novel pada tahun 1939, Tenggelamnya Kapal Van der Wijck terus mengalami cetak ulang sampai saat sekarang. Novel ini juga diterbitkan dalam bahasa Melayu sejak tahun 1963 dan telah menjadi bahan bacaan wajib bagi siswa sekolah di Indonesia dan Malaysia.

Baca selanjutnya…

Renungan:: Perubahan itu ada nggak ya … disini !!!!

Januari 7, 2014 Tinggalkan komentar

Karenanya, jangan takut bila hidup kita terus berubah, cara berpikir kita berubah, dunia kita berubah. Jangan lagi berkata, dengan nada menyesali dan membandingkan keadaan, “Kalau dulu begini. Sayang, sekarang begini.” (sumber http://www.suksestotal.com/kata-mutiara-tentang-perubahan.html)

Hari ke tiga dan ke empat di Bulan Januari ini diawali dengan pelaksanaan Raker (Rapat Kerja) untuk tahun 2014. Padatnya agenda jadwal dari pagi sampai sore untuk mendiskusikan banyak hal yang bisa dilakukan untuk perubahan. Sekali lagi kata “perubahan” seakan ditunjukkan untuk menunjukkan adanya fokus dalam membenahi diri sehingga perubahan yang positif akan segera tercapai. Seperti biasa acara dimulai dengan sambutan-sambutan dari beberapa pejabat dan manajemen. Secara umum semua sambutan menekankan pada karyawannya untuk bisa dan mau berubah.

Selanjutnya pemaparan tentang segala hal-hal yang ‘kurang’ di beberapa tahun sebelumnya, turunnya tingkat partisipasi, fasilitas yang menurun dan ujung-ujungnya sepertinya kami di Bagian operasional ini tidak memiliki ‘panduan’ atau ‘SOP’. Kesan seperti itu sepertinya terlihat dalam banyak penyampaian. hmmmm 🙂

Dibidang Saya, kami memaparkan kondisi saat ini tentang Sistem Informasi yang telah ada. Kemudian kami menawarkan beberapa usulan perbaikan untuk kedepannya.. diakhiri dengan banyak rencana kerja yang akan dibuat ditahun ini.

Tapi dari semua perubahan yang insya allah akan dilaksanakan disini, ada pertanyaan dalam diri saya.”Apakah disini ada perubahan dan maukah mereka semua berubah???”. entahlah… terkadang pertanyaan tentang disuruh fokus saja tidak menjadi fondasi dasar untuk berkembang.. dan akhirnya lihatlah selama ini…:(

Akhirnya saya tutup dengan kutipan tulisan dari blog dialamat ini :

Bila kita menginginkan sesuatu yang lain dari yang sebenarnya terjadi di sekeliling kita, maka cara termudah adalah memulai atau menciptakan perubahan dalam diri kita sendiri terlebih dahulu. (sumber http://www.suksestotal.com/kata-mutiara-tentang-perubahan.html)

2013 in review

Januari 2, 2014 Tinggalkan komentar

Report dari WordPress untuk tahun 2013 akhirnya keluar juga… sipp semoga blog ini tetap eksis ditahun baru 2014 ini..

————————————

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2013 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

A New York City subway train holds 1,200 people. This blog was viewed about 4,000 times in 2013. If it were a NYC subway train, it would take about 3 trips to carry that many people.

Click here to see the complete report.

%d blogger menyukai ini: