Arsip

Posts Tagged ‘nulisbuku.com’

Mimpilah yang tinggi

September 17, 2012 3 komentar

Kami di Masa ini di Tentukan oleh Kami di masa lalu

Percayalah padaku, kita pasti bisa mencapainya. Begitulah ucapanku pada Ari teman satu kamar pada malam itu. Sebagai anak kost yang sedang merantau, kesempatan malam seperti inilah sering kami gunakan berdua untuk berkeluh kesah, berkelakar dan menceritakan semua mimpi-mimpi kami nanti. Sambil memegang catatan perkuliahan, mengerjakan tugas kuliah sampai bercerita si gadis cantik dikampus yang dapat menjadi incaran.

Dengan uang kiriman bulanan yang kurang, memaksa kami untuk selalu berhemat. Makan berdua, sepiring ataupun menjual kepintaran kami kepada mahasiswa-mahasiswi hanya untuk mengisi kekosongan perut di esok hari, slalu kami lakoni.

Mahasiswa kere, itulah sebenarnya dan seharusnya dijuluki kepada kami. Tapi mimpi-mimpi kami kedepan ternyata begitu nyata, sehingga usaha keras ini sampai akhir selalu kami lakukan untuk mencapainya…

ternyata, itu 20 tahun yang lalu. Kenangan itu ibarat pendulum waktu yang mengingatkan kami akan kesuksesaan saat ini ditentukan oleh kami dimasa lalu.
Dan sampai akhir,Kami akan mencoba untuk bertahan, tapi bahkan tidak tahu kapan akhirnya.
dan selalu kami camkan waktu 20 tahun lalu itu begitu melekat sampai saat ini..

* fiksi untuk lomba di nulisbuku.com

Iklan

Jatuh dan Bangkit, semua demi cinta

September 17, 2012 Tinggalkan komentar

([#FF2in1] ~ Flash Fiction 2in1 Sesi 17 September 2012 (1))

Jika pernah menjumpainya, mungkin tidak semua orang dapat merasakan betapa besar rasa cintanya. Sangatlah sulit untuk menggambarkannya. Menggunakan alat peraga apapun, ternyata sangatlah sulit untuk menggambarkannya.
Tapi begitulah sebenarnya cinta, apalagi ketika kita bersama, perasaan yang ada saat itu adalah untuk selamanya.

Kita pernah terjatuh dalam perasaan yang dalam sekali. Terjatuh dan dengan rasa yang terdalam dalam lautan luka yang mendalam. Sampai-sampai sangatlah sulit untuk menjelaskannya. Perbedaan nyata antara kita ternyata terkuak jauh dalam sebuah khianat.
Sangatlah sakit hati ini, terjatuh, tenggelam dengan lautan luka yang dalam.

tapi itu dulu dan saat ini ketegaran untuk bangkitlah yang menggerakkan semuanya dan saya yakin ketika rasa ini untuk selamanya, ketika kita bersama dan bisa berbagi rasa sepanjang usia.. Dan aku meyakini bahwa tanpamu aku seperti butiran debu.

*untuk lomba fiksi di nulisbuku.com

%d blogger menyukai ini: