Arsip

Posts Tagged ‘Tenggelamnnya Kapal Van Der Wijk’

Film#1.Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk

Januari 17, 2014 1 komentar

Desember tahun 2013 kemaren, bersama istri memilih untuk menonton film di XXI. Pilihannya jatuh ke film ‘Soekarno’ atau ‘Tenggelamnya kapal Van der Wijk’. Keduanya menjadi alternatif kami karena film satu lagi bercerita¬† tentang setan yang sepertinya jauh dari kesukaan kami berdua. Pilih-pilih kancing, akhirnya jatuh ke film ‘Tenggelamnya Kapal Van der Wijk’.

Kata saya ke istri dulu waktu SMA saya pernah baca novelnya, sama seperti novel-novel lainnya seperti ‘robohnya surau kami’, ‘harimau-hariamu’,’siti nurbaya’ dan novel-novel yang dulu selalu menjadi favorit dalam mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMP atau di SMA. Sekarang gmana ya????????

Tapi kemudian saya bilang lagi keistri saya sendiri udah lupa sinaposisnya apa. Akhirnya Saya coba cari di internet untuk mencoba mengingat sinopsisnya sebelum nonton film tsb. Dan saya menemukannya di alamat ini http://id.wikipedia.org/wiki/Tenggelamnya_Kapal_Van_der_Wijck.

Tenggelamnja Kapal Van der Wijck (EYD: Tenggelamnya Kapal Van der Wijck) adalah sebuah novel yang ditulis oleh Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal dengan nama Hamka. Novel ini mengisahkan persoalan adat yang berlaku di Minangkabau dan perbedaan latar belakang sosial yang menghalangi hubungan cinta sepasang kekasih hingga berakhir dengan kematian.

Novel ini pertama kali ditulis oleh Hamka sebagai cerita bersambung dalam sebuah majalah yang dipimpinnya, Pedoman Masyarakat pada tahun 1938. Dalam novel ini, Hamka mengkritik beberapa tradisi yang dilakukan oleh masyarakat pada saat itu terutama mengenai kawin paksa. Kritikus sastra Indonesia Bakri Siregar menyebut Van der Wijck sebagai karya terbaik Hamka, meskipun pada tahun 1962 novel ini dituding sebagai plagiasi dari karya Jean-Baptiste Alphonse Karr berjudul Sous les Tilleuls (1832).”

Diterbitkan sebagai novel pada tahun 1939, Tenggelamnya Kapal Van der Wijck terus mengalami cetak ulang sampai saat sekarang. Novel ini juga diterbitkan dalam bahasa Melayu sejak tahun 1963 dan telah menjadi bahan bacaan wajib bagi siswa sekolah di Indonesia dan Malaysia.

Baca selengkapnya…

%d blogger menyukai ini: