Arsip

Posts Tagged ‘semangat’

2012 in review– Kado Tahun Baru dari WordPress—Keep Blogging

Januari 1, 2013 Tinggalkan komentar

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

600 people reached the top of Mt. Everest in 2012. This blog got about 3.200 views in 2012. If every person who reached the top of Mt. Everest viewed this blog, it would have taken 5 years to get that many views.

Click here to see the complete report.

Dream :My Little Girls

Oktober 24, 2012 Tinggalkan komentar

Malam itu Saya menangis, entah ke berapa kalinya tangisan itu muncul seketika saja. Ada rasa sedih yang tidak bisa diungkapkan dengan ucapan, tapi kesedihan hati saat itu sepertinya memuncak sekali.  Mau bercerita entah kepada siapa sebenarnya, tapi hasrat ini seakan tidak bisa dan mampu. Kejadian-kejadian tersebut seringkali dalam rangkaian malam yang panjang menciptakan tangisan hati yang sedih.

Lagu berikut seolah menambah kesedihan yang mendalam. Tapi thanks to Maher Zein yang sudah menciptakannya, Saya seolah terbawa dan ikut memilikinya. Entahlah sampai kapan??? Tapi semoga, biar tidak pernah ada kesedihan dan tangisan dalam keseharian ini. Maafkan.

Lirik yang menyentuh hati seperti nya, seperti “ you are a miracle, your are a blessing from above, you bright joy to my soul…”. Sekali lagi lirik ini belum menyentuh apalagi mendekati saya. Selanjutnya “In my heart I can feel it, An unexplainable feeling”. Saya hanya punya a deep feeling tapi akan berusaha mendapatkannya.

Baca selengkapnya…

Belajar Mengajar

Oktober 12, 2012 2 komentar

Jangan pernah mengajar kalau anda sudah berhenti belajar

Orang kadangkala beranggapan kalau sudah menjadi pengajar, seperti guru, maka ia berhenti belajar.Seolah belajar adalah kewajiban bagi murid bukan untuk guru. Padahal guru dan murid sama-sama manusia yang memiliki kewajiban untuk selalu belajar. Sehingga praktik mengajar bukan final dari tahapan seorang yang sedang belajar. Belajar adalah sikap hidup. Sementara mengajar adalah pengabdian.

Hal 105, Komarudin Hidayat,250 Wisdom. Membuka Mata, menangkap makna.

—————————————————

Saya ingat tulisan Komarudin Hidayat diatas pada buku yang saya beli beberapa tahun lalu. Dan saya tidak pernah bosan untuk membacanya kembali. Dan tulisan diatas mengingatkan saya kepada teman yang beberapa minggu lalu menyatakan mundur untuk menjadi pengajar, karena alasan “capek”.

Baca selengkapnya…

Curhat #2: Memory untuk 36+

Maret 1, 2012 2 komentar

Kesempatan Datang Sekali, Jadi jangan pernah menyia-nyiakannya..

Hari ini tepat 36 tahun berjuang dalam hidup. Saya nyebut nya 36+. Tanda + (plus) mengisyaratkan penuhnya perjuangan selama ini. Dan perjuangan itu akan terus ada, tanda +(plus) itulah yang menyebabkan saya pribadi bisa memotivasi diri sendiri untuk semua hal. Tanda plus juga yang sering saya gunakan untuk bisa disiplin,kerjakeras, dan sekali lagi termotivasi dengan semua hal yang positif. 36+ adalah suatu pengulangan tahun yang tidaklah muda. 36 adalah angka ‘tua‘ untuk memulai sesuatunya dari awal. Tapi periodesasi hidup mestilah harus selalu dihadapi dengan baik.

Baca selengkapnya…

Curhat………….

November 24, 2011 1 komentar

Sedih banget beberapa minggu ini..entahlah…susah sekali untuk dijelaskan.
Hati seolah-olah remuk redam.. perasaan campur aduk dan tidak bisa digambarkan seperti apa.

Hanya engkau dihati (dedi dores)
——————————————-
Masih engkau yang s’lalu ada
Di dalam setiap cerita
S’lalu saja namamu aku bawa
Saat ku ungkapkan tentang cinta

Ingin aku berkata jujur
Apa yang ada di hatiku
Betapa ku rindukan dirimu
Semestinya kini engkau tahu

Namun aku tak habis mengerti
Hidup kita bagaikan kereta api
Seiring namun s’lalu tak bertemu
Tak percaya tapi nyata
Haruskah semuanya kini
Menyatu hanya di dalam mimpi
Sepanjang musim yang telah berlalu
Masih engkau yang ada di hatiku

Ingin aku berkata jujur
Apa yang ada di hatiku
Betapa ku rindukan dirimu
Semestinya kini pun engkau tahu

Namun aku tak habis mengerti
Hidup kita bagaikan kereta api
Seiring namun s’lalu tak bertemu
Tak percaya tapi nyata
Haruskah semuanya kini
Menyatu hanya di dalam mimpi
Sepanjang musim yang telah berlalu
Masih engkau yang ada di hatiku
Sepanjang musim yang telah berlalu
Masih engkau yang ada di hatiku..

Suamiku, Bicaralah..Please!

Oktober 25, 2011 2 komentar

Saya cuplik tulisan dibawah ini, dan ‘sedikit’ memberikan gambaran tentang saya ‘actually’..:)

salam
———————————
Suamiku, Bicaralah..Please!
sUMBER : http://www.voa-islam.com/muslimah/artikel/2011/01/13/12763/suamiku-bicaralahplease/
———————————————————————————————————————————
“Aku gemeess dengan suamiku, ditanya apapun jawabnya hanya “he emm” atau paling banyak hanya
“terserah mama saja”.
Itulah beberapa curhatan dari para istri yang merasa sangat geregetan dengan
perilaku para suami mereka yang sangat pendiam dan benar benar menjadi Mr. No comment.
Banyak kejadian yang menurut mereka, enak dan bisa menjadi bahan diskusi yang menarik,
tapi hanya berakhir dengan jawaban dari sang suami, ” iya” dan atau kalimat simple ” terserah”.
Bahkan ada yang mungkin hanya cukup dengan senyuman.
Baca selengkapnya…

Catatan…

September 25, 2011 Tinggalkan komentar

Jika hidup ini seumpama rel kereta api dalam eksperimen relativitas Einstein, maka pengalaman demi pengalaman yang menggempur kita dari waktu ke waktu adalah cahaya yang melesat-lesat di dalam gerbong di atas rel itu. Relativitasnya berupa seberapa anyak kita dapat mengambil pelajaran dari pengalaman yang melesat-lesat itu. Analogi eksperimen itu tak lain, karena kecepatan cahaya bersifat sama dan absolut, dan waktu relatif tergantung kecepatan gerbong—ini pendapat Einstein—maka pengalaman yang sama dapat menimpa siapa saja, namun sejauh mana, dan secepat apa pengalaman yang sama tadi memberi pelajaran pada seseorang, hasilnya akan berbeda, relatif satu sama lain.

(Andrea Hirata, Laki-Laki Zenit dan Nadir, Edensor).

%d blogger menyukai ini: