Beranda > Pribadi > Waspadai Kekebalan untuk Berubah

Waspadai Kekebalan untuk Berubah

Kolom yang selalu menarik untuk dibaca di harian kompas setiap sabtu adalah kolom Karir.Banyak informasi yang bagi saya pribadi dapat dijadikan rujukan untuk dijadikan tambahan ilmu softskill diri. Biasanya dibaca, lalu dicatat dalam buku diary, laptop, mobile phone dan media lainya.

Nah.. Sabtu 13 Juni 2015 kemarin ada judul yang menarik dikolom KARIR tersebut, yaitu tentang “PELATIHAN”.

Saya kutip ya.. tapi nggak semuanya, terutama di sub judul tentang “Waspadai Kekebalan untuk Berubah”.

……..

Banyak orang juga mengeluhkan bosan bila menghadapi pekerjaan yang itu-itu saja dan mengharapkan adanya perubahan sehingga sepertinya banyak orang ingin berubah, khususnya berubah menjadi lebih baik. Namun, kita tidak bisa menganggap perubahan itu otomatis, kecuali bila diiringi motivasi inernal yang kuat. Motivasi ekternal yang diberikan oleh para motivator terkenal biasanya tertinggal di hotel tempat seminar diselenggarakan seiring dengan meredupnya musik dan yel-yel yang tadinya begitu gegap gempita diteriakkan.

Individu perlu diiming-imingi untuk berubah dengan melihat big picture  dari perubahan itu dimasa mendatang serta apa dampaknya bila mereka tetap tidak berubah. Mereka perlu diajak, diundang, dan di welcome  ke dalam proses perubahan. Perubahan adalah suatu proses, langkah demi langkah. Tidak pernah instan. Hal yang perlu diingat juga adalah bahwa perubahan perlu dikawal, baik melalui coaching maupun mentoring. Tidak ada keterampilan, terutama soft skills,yang langsung jadi dalam 1 pertemuan.  Learning is not done overnight, its  a life long process. Atasan perlu meng-coach, membimbing, dan menjada agar anak buah tidak keluar jalur, apalagi kembali ke posisi semula. Apakah pelatihan bisa menguatkan perubahan???

Saya juga mengalami hal ini. Sepertinya tidak ada perubahan yang terlihat dalam banyak hal. Nggak bisa kemana-mana. Terperangkap  disini !!!!

Kalo dibilang Ikut pelatihan pernah tidak?? jawabannya pernah.., tapi ya sepertinya benar kalimat tulisan diatas..”…tertinggal di hotel…”. 

Apakah ada big picture dari perubahan dalam organisasi?? .. kayaknya masih perlu ditanda tanyai lebih jauh…big picturenya tertinggal di folder “usulan” dalam laptop beberapa tahun yang lalu. 

Tapi sekali lagi itulah proses mau nggak mau harus berani dihadapi dan dilakukan. Motivasi internal lah yang selalu menjadikan kekuatan lebih dari setiap individu di organisasi ini. Sayang sih… kita masih debat “telur dulu apa ayam dulu ???, sedangkan organisasi lain sudah mulai berdebat tentang “..kapan organisasi kita bisa sama dengan organisasi atau start up lainnya ya???”.. orang-orang lain mulai diskusi “Kapan ya kita ke bulan???”

Saya selalu meyakini, bahwa setiap invidu dalam organisasi memiliki suatu kelebihan.

Akhirnya, diartikel itu juga ditutup dengan tulisan yang menarik juga.. nih saya kutip lagi ya..

…Tahu mengapa perubahan itu harus dilakukan saja tidaklah cukup. Individu harus memiliki motivasi untuk menggerakkan dirinya menjalankan perubahan itu serta lingkungan, sistem dan prosedur yang tepat untuk mendukungnya. Bagaikan gajah yang tadinya tidak ingin, tiba-tiba mau bergerak. Seperti kata para ahli, ” Context is critical. Most of the the time, poor behavior doesn’t operate in a vacuum; there are likely other individuals or circumstances supporting it”.

Atasanlah yang sangat berperan untuk mengawal perubahan bawahan.

Terima kasih

salam,

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: