Beranda > Lain-Lain > Film#1.Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk

Film#1.Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk

Desember tahun 2013 kemaren, bersama istri memilih untuk menonton film di XXI. Pilihannya jatuh ke film ‘Soekarno’ atau ‘Tenggelamnya kapal Van der Wijk’. Keduanya menjadi alternatif kami karena film satu lagi bercerita  tentang setan yang sepertinya jauh dari kesukaan kami berdua. Pilih-pilih kancing, akhirnya jatuh ke film ‘Tenggelamnya Kapal Van der Wijk’.

Kata saya ke istri dulu waktu SMA saya pernah baca novelnya, sama seperti novel-novel lainnya seperti ‘robohnya surau kami’, ‘harimau-hariamu’,’siti nurbaya’ dan novel-novel yang dulu selalu menjadi favorit dalam mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMP atau di SMA. Sekarang gmana ya????????

Tapi kemudian saya bilang lagi keistri saya sendiri udah lupa sinaposisnya apa. Akhirnya Saya coba cari di internet untuk mencoba mengingat sinopsisnya sebelum nonton film tsb. Dan saya menemukannya di alamat ini http://id.wikipedia.org/wiki/Tenggelamnya_Kapal_Van_der_Wijck.

Tenggelamnja Kapal Van der Wijck (EYD: Tenggelamnya Kapal Van der Wijck) adalah sebuah novel yang ditulis oleh Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal dengan nama Hamka. Novel ini mengisahkan persoalan adat yang berlaku di Minangkabau dan perbedaan latar belakang sosial yang menghalangi hubungan cinta sepasang kekasih hingga berakhir dengan kematian.

Novel ini pertama kali ditulis oleh Hamka sebagai cerita bersambung dalam sebuah majalah yang dipimpinnya, Pedoman Masyarakat pada tahun 1938. Dalam novel ini, Hamka mengkritik beberapa tradisi yang dilakukan oleh masyarakat pada saat itu terutama mengenai kawin paksa. Kritikus sastra Indonesia Bakri Siregar menyebut Van der Wijck sebagai karya terbaik Hamka, meskipun pada tahun 1962 novel ini dituding sebagai plagiasi dari karya Jean-Baptiste Alphonse Karr berjudul Sous les Tilleuls (1832).”

Diterbitkan sebagai novel pada tahun 1939, Tenggelamnya Kapal Van der Wijck terus mengalami cetak ulang sampai saat sekarang. Novel ini juga diterbitkan dalam bahasa Melayu sejak tahun 1963 dan telah menjadi bahan bacaan wajib bagi siswa sekolah di Indonesia dan Malaysia.

Di hari libur dan peak time nya film dibioskop harganya lumayan(Rp 35000). Dan yang surprise adalah penontonnya hampir full, tinggal 2 pasang ditengah-tengah deretan blok C. Akhirnya dapat juga yang berdekatan dan ditengah.

Sound Track Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk

Filmnya lumayan bagus. Memang susah menterjemahkan novel ke film dengan durasi yang pendek, tapi menurut saya filmya cukup berbobot dan penonton dibawa ke berbagai ekspresi dan emosi dalam diri. Kadang-kadang nangis, tapi-kadang-kadang tertawa oleh tingkahnya Bang muluk.

Soundtrack filmnya yang sungguh wah. Lagu “Sumpah dan Matiku” dari Nidji begitu menggelegar. Dan saya menemukannya di  youtube klip lagu tersebut.

Selain lagu diatas adalah lagi lagu ‘Nelangsa’.. Seperti aroma melayunya yang kental.. Saya kasih juga linknya di youtube..

 

Oke… gimana menurut kalian tentang film ini. Dan mari kita dukung film indonesia.

salam

  1. Januari 17, 2014 pukul 7:23 am

    Reblogged this on ..All about Me.. and commented:

    Tentang Saya apakah komentarnya???

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: