Beranda > Pendidikan > Kampus IT “ku” yang mulai meredup

Kampus IT “ku” yang mulai meredup

Di awal tahun 2000 an… banyak sekali berdiri kampus-kampus IT. Dari tingkat Sekolah Tinggi, akademik bahkan universitas-universitas mulai banyak menambah dan mengajukan program studi IT dalam kampus nya. Memang di Tahun itu program studi IT seakan menjadi primadona, jumlah mahasiswa yang hampir tidak tertampung dimana-mana. Hal itu sangat wajar karena secara global nasional Indonesia mulai melek akan teknologi Internet. Dan itu ternyata memancing banyak orang suka dan tertarik untuk melanjutkan studinya ke perguruan tinggi IT. Alternatif ini selalu menjadi pilihan awal dibandingkan dengan program studi lainnya.

Era Berubah dan Angin pun berubah

Tahun kecemerlangan dunia IT dan kampus It sepertinya tidak selamanya manis. Mengalami lonjakan besar diawal tahun 2000 an.. ternyata itu hanyalah titipan sementara bagi kampus-kampus IT untuk berbenah. Seakan semua orang terlena dengan banyaknya mahasiswa. Teknologi yang uptodate selalu dijadikan sarana untuk selalu menarik mahasiswa baru.

akhirnya, di sekitaran tahun 2004, kampus IT ini akhirnya mengalami kemunduran. Tahun demi tahun banyak peminat seakan menjadi sirna ditahun-tahun berikutnya. Grafiknya mengalami fluktuasi..(bisa jadi terpengaruh dollar).

Era baru dan anginpun berhembus dengan arah yg berbeda. Dan ternyata kami dengan kampus ITnya tidak siap untuk berubah. Kata ‘Berubah’ ini ternyata hanya manis diucapkan dan sangat sulit-sulit dan sulit serta sulit sekali untuk bisa diterapkan. Era baru menuntut banyak sekali perubahan, tapi kami semua ternyata tidak pernah dan tidak berusaha untuk berubah.

Angin berhembus yang dulunya kampus IT menjadi dominan akhirnya bergeser ke pilihan alternatif program studi kesehatan. Booming dimana-mana, Saya sampai bingung melihat banyaknya calon mahasiswa yang masuk ke kampus kesehatan.

Tapi sekali lagi Kami ternyata tidak pernah mau belajar dari masa lalu. Kami tidak pernah mau berubah ternyata. Kami tidak mau mendengar banyak hal. Kami hanya mau meningkatkan terus jumlah biaya penerimaan mahasiswa tanpa pernah mau memikirkan pengembangan-pengembangan apa lagi yang bisa dan siap untuk terus dikejar dikemudian hari.

SDM yang keluar Masuk

Fluktuasi jumlah orang tidak hanya dimahasiswa. Ikatan yang terlalu kaku dan formal serta garis ‘anak buah dan bawahan‘ yang selalu didengungkan ternyata membuat beberapa staf pengajar tidaklah mau bertahan terlalu lama di sini.

Seperti tim bola yang mencoba mencari kekompakan dengan melakukan tukar tambah, konsep ini pun digunakan tapi kebanyakan yang di ‘tukar’ ketimbang yang di’tambah’. Pada akhirnya ‘kekompakan ‘ macam apa yang akan kita peroleh.. Non..sense…sekali lagi bullshhit.. dan omong kosong.

Yang pendidikan dan gelar akademik dibidang SDM saja tidak bisa mengatur hal ini menjadi sebuah kekuatan. Sikap arogansi selalu ada di setiap keputusan. Cukuplah banyaknya orang yang keluar dalam kampus ini menjadi pertanda sesuatu. Kearah baik ??? atau sebaliknya?????

Selalu masalah keuangn yang menjadi landasan. Seperti kita semua tidak pernah siap menjadi institusi dibidang pendidikan. Kita selalu bicara untungnya berapa???? dan untungnya siapa?????

Padahal teori SDM khususnya  SDM dibidang pendidikan adalah investasi dimasa depan. Kita sekali lagi terlambat menyadarinya..Dan terlalu sering terlambat untuk bisa berbuat.

SDM-SDM yang ada saat ini justru berfikir, kapan kami akan menjadi alumni dosen dari kampus ini??? bukan lagi alumni mahasiswa untuk kampus ini..???

Pemimpin dan Manajemen yang tidak pernah fokus..

Contohlah pemimpin mu. ucapan itu seringkali saya dengar dari dulu. Contohlah yang baik, bukan asal contoh. Ungkapan ini sepertinya menjadi benar-benar contoh bagi semua sivitas akademika. Ungkapan ini akhirnya ditiru. Di level manajemen tidak pernah fokus akan semuanya. Saya sangat suka sekali ungkapan dari meneg BUMN tentang fokus ini untuk PT INKA. Saya kutip ungkapannya dari  http://dahlaniskan.wordpress.com/2012/01/16/jangan-paksa-tiba-tiba-makrifat/

Dia harus fokus dengan sebenar-benarnya fokus. Istilah saya, dia harus bertauhid. Inti tauhid adalah meng-esa-kan. Dan inti meng-esa-kan adalah fokus. Tidak boleh gampang tergoda. Di dalam bisnis dan di dalam manajemen, godaan itu luar biasa banyak. Sebanyak godaan terhadap keimanan. Kalau sebuah manajemen tidak fokus, dia bisa jatuh menjadi musyrik. Musyrik manajemen. PT INKA tidak boleh diganggu oleh godaan-godaan sesaat. Dia masih di tahap syariat. Jangan dipaksa tiba-tiba makrifat! Bisa gila.

ungkapan itu sebenarnya cocok bagi kampus ini. Fokuslah, fokuslah.. jangan pernah mau tergoda dengan macam-macam. Jika godaan datang, maka berikanlah penggoda itu ke orang lain, agar institusi ini tetap fokus pada corenya.. tidak pernah lekang oleh waktu.

terlalu banyak yang diurus oleh manajemen. Terlalu banyak yang dapat memberikan andil dalam semua keputusan. Campur tangan atau intervensi terlalu mendalam untuk semua kegiatan dan hal-hal detail yang menghabiskan banyak energi, ternyata membuat institusi ini tidak pernah bisa fokus untuk bergerak ke depan dan memindahkan kuadran keilmuaannya menjadi lebih dari kemarin.

Gangguan fokus ini menurut perkiraan saya akan lebih dominan ditahun 2014 nanti. Tahun politik yang begitu parah. Tidak fokus akan membawa semua aktivitas ini ke arah politik, tidak fokus akan menjauhkan kampus dari dunia sebenarnya. tidak fokus tentunya akan kembali merubah komposisi sistem di semua hal.

Sendiri diujung pengembangan kampus

Saya merasa seperti sendirian diujung kamar. Tidak ada teman atau partner untuk bicara pengembangan. Padahal kreatifitas dan inovasi menjadi dasar untuk mengalami perubahan, perpindahan dari kuadran satu ke yang lain. Saya merasa sendirian di ujung pengembangan kampus ini. Saya tidaklah memiliki mentor yang mumpumi yang dapat menjadi guru terbaik dalam pengembangan kampus.  Saya merasa sendiri diujung pengembangan kampus, karena ketidak fokusan semua orang. Saya merasa sendiri dalam pengembangan kampus karena hanya memiliki jabatan, tapi tidak bisa memberikan banyak keputusan. Jadilah boneka hidup dalam pengembangan kampus ini.

tahun demi tahun berlalu, apakah akan menjadi seperti ini juga kampus IT ‘Ku’ ini. Terus terang saya merasa iri dengan kampus-kampus lain.. di ujung saya ada ‘ binus’ yang entah kapan bisa dilawan. di ujung lainnya ada ‘udinus’ yang terus bergerak ke arah yang jelas. Ada unikom, ada ITTelkom ada lainnya..wah… bisa sakit benar hati ini.

Mudah-mudahan ini hanya tulisan sesaat, dan tidak benar-benar terjadi untuk kampus ini.

semoga..

salam

marsani asfi.. di ujung malam kamis 24 oktober 2013

 

 

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: