Beranda > Uncategorized > Menulis adalah bekerja untuk keabadian

Menulis adalah bekerja untuk keabadian

“Orang boleh pandai setinggi langit,
tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.
Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” – Pramoedya Ananta Toer –

Di sindir dengan tulisan diatas seharusnya menyadarkan kita banyak hal tentang suatu kemampuan yang harus dimiliki oleh para akademisi. Keahlian menulis seharusnya sudah menjadi suatu maqom bisa bukan lagi tidak bisa.

Kemampuan menulis sepertinya harus dipupuk dari kecil, sehingga nantinya pada saat dewasa kemampuan tersebut akan semakin terasah dan tidak menjadi suatu beban yang sangat berat dalam beraktivitas.

sebenarnya Saya ingin sekali mengembangkan kemampuan ini. Setiap hari berusaha berlatih untuk mengasah kemampuannya sehingga menjadi lebih baik lagi ke depan. Saya butuh sarana praktis untuk bisa mengasah kemampuan menulis ini. Selain butuh teman yang bisa mengajak dan mau menulis, penggunaan sarana teknologi informasi ternyata memberikan banyak hal dalam mengasah kemampuan menulis bagi saya tentunya.

Kualitas tulisan tentulah menjadi pertimbangan selanjutnya. Membiasakannya dalam menulis saja menjadi susahnya setengah hidup. Tapi paksaan akan menjadi salah satu andalan  ke depannya.

 

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: