Beranda > Pribadi > Trend kepemimpinan Masyarakat…sebuah Catatan dari Hasil Pilkada DKI Jakarta

Trend kepemimpinan Masyarakat…sebuah Catatan dari Hasil Pilkada DKI Jakarta

Tulisan Ini hanya pendapat pribadi, tidak bermaksud untuk menyudutkan atau alasan lainnya.

Demam kemenangan pasangan jokowi dan ahok dalam pilkada DKI sangat mempengaruhi pola dan trend kepemimpinan di masyarakat Indonesia. Saya melihat akan ada pengaruh dari hasil Pilkada DKI kemarin terhadap pilkada di daerah lainnya. Tahun depan saja 2013 pilkada JABAR, pastinya akan mengambil momentum untuk penentuan pasangan calon gubernur dan wakilnya dengan mengacu pada hasil pilkada DKI ini. Trend positif kemenangan pak Jokowi+Ahok dilanjutkan dengan kepemimpinannya nanti tentunya banyak diharapkan oleh masyarakat.

Membaca dan menonton pelantikan Gubernur Baru Prop. DKI Jakarta pak Jokowi dan pak Basuki ada beberapa hal yang sepertinya akan trend dalam dunia perpolitikan di Indonesia saat ini dan ke depan. Semboyan “Jokowi+Ahok” dengan istilah perubahan kalau menurut saya bukanlah jargon baru dalam pilkada. Hampir di setiap pilkada, jargon “perubahan” selalu dijadikan alat untuk melawan calon “incumbent”. Malahan ketika pilpres kemaren-kemaren istilah “perubahan” justru berdengung dengan kencangnya.

Hal ini sangatlah wajar, karena salah satu cara untuk berpindah dari kebiasaan lama ke yang baru, dari gaya kepemimpinan yang lama ke yang baru, dari suasana lama ke baru, dari manajerial dan pengelolaan yang lama ke yang baru, dari orang lama ke orang baru… mungkin inilah yang mendasari kenapa jargon “PERUBAHAN” selalu dijadikan alat untuk menarik masyarakat sehingga tertarik untuk mendukung calon-calon dalam pilkada.

Bukanlah “Perubahan” yang menarik dari pak Jokowi+Ahok

Menurut saya yang menarik dari kepemimpinan pak Jokowi dan Ahok dalam memimpin Jakarta bukanlah jargon “Perubahan”. Justru yang menarik bagi saya adalah cara memimpinnya. Waktu wawancara setelah pelantikan di salah satu stasiun TV swasta, ketika ditanyakan “Bagaimana cara pak Jokowi membagi pekerjaan antara Gubernur dan wakilnya?”. Jawaban yang menarik adalah bahwa pa Jokowi kecendrungan ingin lebih banyak bekerja dilapangan, melihat langsung kondisi masyarakatnya. Sedangkan posisi pak Ahok akan cenderung mengatur dan me-manajemen birokrasi dan administrasi. Saya kira pembagian kerja yang menarik dengan dua kombinasi pemimpin yang selalu ingin bekerja.

Trend ke depan dalam menjual “kepemimpinan”

Menurut pandangan saya, ke depan pola atau trend kepemimpinan seperti pak jokowi inilah yang akan menarik masyarakat Indonesia. Ciri khasnya “turun ke masyarakat, membaur dengan masyarakat, banyak dilapangan, bicara langsung dengan masyarakat, serta berusaha secepat-cepatnya ingin mendapatkan semua keluhan dan aspirasi yang ada dibawah”. Dengan ciri khas inilah yang pa Jokowi cenderung dikenal orang. Dengan masyarakat yang selalu di “mimpikan” oleh sinetron-sinetron saat ini, ciri khas yang dulu seiring digunakan seperti “tertindas, tersisih serta melankolis” akan tersisihkan dengan trend “langsung turun ke bawah” dan “langsung dekat dengan yang dibawah”.

Orang-orang dengan tipikal “merakyat” ini sebenarnya banyak dicontohkan oleh pak Dahlan Iskan, pak Yusuf Kalla waktu dulu. Dan saya yakin trend ini akan menjadi salah satu point dalam setiap pilkada ke depan, dimanapun dan kapanpun. Semoga bapak-bapak ini dapat terus “merakyat” ke depannya, apalagi ketika diamanatkan dengan jabatan yang lebih tinggi.

Tidak bisa dibentuk secara instan.

Pola merakyat, menurut saya tidak bisa dibentuk seketika dan dengan cara yang instan. Banyak orang yang lupa, bahwa sikap dan ciri khas ini tidaklah dibentuk karena ada pilkada atau kegiatan yang semata-mata butuh dukungan. Pola merakyat ini terbentuk dari dulu, dari kecil, dari keluarga, dari lingkungan dan dari pergaulan. Ciri khas merakyat ini akan membentuk karakter tersendiri bagi orang yang tersebut. Dan ketika muaranya terbentuk atau menjadi pelayan abdi masyarakat, karakter ini akan terpola dan menjadi lebih ekslusif positif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Semoga, semua pemimpin kita selalu diberkati oleh ALLAH SWT. sukses slalu, dan jayalah Indonesia

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: