Beranda > Pendidikan > Pidato Tertunda pada Wisuda 16 Okt 2010

Pidato Tertunda pada Wisuda 16 Okt 2010

Selamat wisuda untuk semua rekan2 mahasiswa cic.Tidak terasa waktu berlalu, 3 sampai 4 tahun bukanlah waktu yang lama bagi kita semua untuk menimba ilmu di kampus ini. Entahlah, tapi yang pasti setiap kita pasti memiliki perasaan bangga ketika telah dan mampu
untuk dapat menyelesaikan salah satu tahapan pendidikan dalam hidup ini.
Tidak terkecuali saya ketika mengalami hal ini beberapa belas tahun lalu. Wisuda pastinya diadakan oleh perguruan tinggi sebagai rangkaian akhir penyelesaian pendidikan di jenjang tertentu.walaupun pada beberapa kampus ada yang menjadikannya sebagai kegiatan opsional, tp saya yakin kebanggan kita karena telah berhasil dan mampu menyelesaikan suatu jenjang pendidikan menjadikan karunia yang luar biasa bagi kita semua.terutama orang tua, mereka bersusah payah mengorbankan segala hal untuk kita.dalam logika kehidupan saja, orang tua sudah setengah dan mungkin hampir mati untuk mendidik, mengajar dan memberikan kasih sayang kepada anak-anaknya ini. Ada kebanggaan ‘diri’ yang luar biasa dari setiap orang tua ketika melihat anak-anaknya berhasil.

trans.gifSyukur alhamdulillah dalam diri mereka karena anaknya mampu memberikan kebanggaan pada keluarga ini. anak-anaknya ini seolah menjadi bintang bagi keluarga, mereka diharapkan mampu terus bersinar bagi keluarga disetiap hal, dimanapun dan kapanpun. marilah, rekan-rekan wisudawan kita berikan ‘bintang’ yang terus bersinar ini kepada orangtua tercinta kita.

DOSEN
Pihak lain tentunya yang bangga adalah guru atau dosen yang mendidik dan mengajarkan kita. Sebagai insan ‘manusia biasa’ tentunya dosen, guru memiliki salah dan khilaf. Ada ‘kemarahan’ dan ’emosi’ ketika mahasiswanya belum bisa dengan cepat menyerap dan memahami
penyampaiannya. ada kesedihan ketika nilai akhirnya kurang memuaskan, ada perasaan gundah ketika khawatir ilmu yang disampaikan tidak berbekas dan berguna kedepan, ada ‘kekesalan’ ketika mahasiswanya bertemu dan bertutur kata dengan etika yang kurang berkenan,
ada yang ‘tidak tahu diri’ dan ‘tidak disiplin’ ketika mahasiswanya sms, telpon dan mulai menciptakan janji bertemu yang kemudian dibatalkan sepihak oleh mahasiswa ybs juga. Kesemuanya itu, saya yakin adalah suatu proses pendewasaan bagi kita semua untuk berinteraksi dalam akademik atmosfer. Ungkapan dosen juga manusia mungkinlah wajar, untuk itu rasa maaf semestinya diberikan kepada mereka. amien.

Rekan-rekan wisudawan, kedepan saudara-saudara akan menjadi alumni dari perguruan tinggi ini. Berikanlah yang terbaik untuk almamater tercinta. Kita dilahirkan dalam kehidupan menuntut ilmu dari sekolah dan perguruan tinggi ini sehingga sewajarnyalah memberikan penghargaan tertinggi untuk almamater tercinta ini.

Akhirnya, semoga kita semua senantiasa diberikan kesuksesan kedepan. dan jangan lupa selalu menjaga komunikasi terbaik kita dengan almamater, dosen dan semua sivitas akademika.

salam

  1. Oktober 31, 2010 pukul 6:02 am

    Saya terharu dengan pidato bapak ini….
    saya jg dan tentunya teman mahasiswa yan lain merasa bangga dengan bimbingan semua dosen di STMIK CIC. kami bitu banyak ilmu yang kami dapatkan baik…!!!

    Saya p-ribadi jg mengaturkan bnyk terima kasih dan mohon maaf sebesar-besarnya apabila ada kesa;lahan yang disengaja maupun yang ak disengaja..!!!

    tetap semangat..dan yakinlah Bapak telah membuat bgitu banyak amalan dan ibadah selama membimbing kami…Sukses. Semoga tuhan meridohi kerja keras kita..!!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: