Beranda > Pribadi > Off the record: Jangan Tiru Pejabat ini

Off the record: Jangan Tiru Pejabat ini

————————————————————-
Karena ini ceritanya off the record silahkan dikomentari dari sisi positifnya saja
agar saya nggak terlalu ‘ngambek’ dengan beliau..
salam

Minggu ini, 22-24 April disini diKampus ini kami mengadakan Open House 2010.
Open House acara rutin tahunan yang diadakan untuk memperkenalkan isi kampus
kepada khalayak umum.Open House kali ini dibagi dalam 4 bulan pelaksanaan dengan masing-masing 3 hari pelaksanaan. Masing-masing bulan pelaksanaan memiliki topik tersendiri.
Open House pertama topiknya “kewirausahaan”, topik bulan kedua adalah “IT”. Bulan ketiga
adalah “Go Green(lingkungan hidup)” dan bulan keempat adalah topik “Etnik dan Budaya”.

Banyak agenda acara yang diadakan, secara umum ada acara Lomba,donor darah, tour ke kampus,pameran dan Salah satu rangkaian acara Open House tersebut adalah kegiatan seminar.

Saya seperti biasa di tunjuk menjadi koordinator kegiatan seminar.  Bersama tim yang lain bikin Proposal, undangan serta mempersiapkan  ruangan menjadi pekerjaan selanjutnya.

Karena topiknya berkaitan dengan “kewirauasahaan” maka yang menjadi  narasumber adalah pelaku kewirausahaan atau pejabat yang berkaitan dengan ini. Acara ini sekaligus akan membuka “unit kewirausahaan berbasis daerah di kampus”. Otomatis pejabat yang diundang adalah pejabat kementrian pemuda dan Olahraga RI. Walaupun 1 tingkat dibawah menteri Pemuda dan Olahraga, acara tersebut tetaplah menjadi bobot kegiatan berlevel nasional.Beliau diundang menjadi pemateri pertama.

Selain beliau, pemateri lain diacara seminar tersebut adalah pejabat dari kantor perusahaan telekomunikasi flat merah diJakarta. Topik yang direncanakan akan disampaikan adalah “kewirausahaan berbasis ICT”.

Sebenarnya saya sudah cukup ‘ sok kenal’ thdp beliau (saya kenal tp beliau belum tentu). Karena keseringan diundang oleh kampus dalam beberapa acara kampus yg berkaitan dengan pemuda,olahraga dan kewirausahaan. Malahan menurut firasat saya,, sepanjang karir beliau di Kemenpora ….andil kampus ini sering menyertai hidup dan karirnya…..

.. Tanda-tanda acara mulai tidak terstruktur …
———————————————————————————-
Beberapa hari sebelum hari ‘H’ pelaksanaan seminar. Beberapa staf beliau sudah hadir dikota kami. Menurut aturan protokeler, kami menanyakan berapa orang yg ikut dalam rombongan. Jawaban lisan disampaikan ‘2 orang saja pak’. Rekan saya yang menjadi bagian urusan inap menginap memesan kamar hotel satu tingkat dibawah kelas eksekutif sebanyak
2 kamar.
Pagi sebelum acara dimulai saya sudah datang ke kampus. Cross cek semua untuk kegiatan. Mengontrol ruangan dan peralatan-peralatan pendukung.Memastikan kembali pembicara yang akan hadir.Ternyata malamnya ada cerita menarik dibalik kunjungan pejabat menpora tsb.

Pengikut yang awalnya 2 orang dan kamar hotel yang sudah dipesan 2, ternyata komplain dan marah-marah ke pihak hotel kenapa dipesankan hanya 2 kamar dan kelasnya bukan eksekutif lagi. Padahal ketika dikonfirm pertama kali jumlahnya 2 orang, tapi waktu pelaksanaan ternyata berbeda..wah-wah..membengkak jadi 6 orang..<dana nginep di hotel ternyata dibebankan ke kampus>
wah…wah… jadi mulai kacau nih.. dan ternyata pembicaranya juga tidak ikut dalam rombongan itu, pembicara berangkat sendiri
menggunakan kereta api eksekutif.
Inilah gejala awal mulai tidak terstrukturnya acara dihari itu. Jadwal acara harusnya jam 9.00.. akhirnya mundur jam 11.00 karena harus diskusi dulu siapa yg layak membuka acara sekaligus peresmian open house.Pengunjung dan peserta seminar
sudah mulai kepanasan dilapangan..wah..wah dan saya sangat berkepentingan agar peserta tidak pulang dan hilang dalam acara seminar.

Untunglah pembicara kedua sudah lebih familiar dengan lingkungan kampus.Atur ulang jadwal maka beliau menjadi pembicara pertama.. huh.. akhirnya skenarionya jadi kayak gini…

..Omelan tidak berdasar utk ketua panitia….
——————————————————————————
Jam 10.30 saya diajak teman untuk menjemput pejabat kemenpora tsb. Saya tidak  punya firasat apapun, cuma bercanda sama teman yg jadi supir.Kata saya nanti sebaiknya saya duduk dibelakang saja, tamu dibelakang.Tapi teman menyarankan  bukan begitu etika menjemput tamu/pejabat. Tamu/pejabat sebaiknya duduk dibelakang dan kita sebaiknya didepan. Oke pak.. ini pengalaman berharga bagi saya.

Sampai di statiun kereta api, ternyata kami mulai disibukkan disebelah mana harus  menunggu dan mencari. Saya insiatif menunggu dipintu keluar.Cari dan mencari, sedang teman sambil menelpon tapi tidak ketemu dan tidak diangkat no telponnya.
Teman kemudian inisiatif kembali. “pak mungkin dipintu masuk!!”.Saya langsung bergegas sambil berlari kecil menuju pintu masuk.
Saya lihat beliau lagi menunggu di sudut pintu sambil memegang HP.

Kemudian
“Kalian ini kemana aja!!! Tahu nggak saya sudah menunggu dari tadi!!”
“dasar…!””
langsung kepala saya naik dan tidak respek sama sekali dengan orang ini.
Dalam hati ” Dasar pejabat!!kalau nggak menjabat lagi apakah sikapnya akan seperti ini!!”
” huh… bikin makin nggak respek dengan omelannya….”
Dari pada banyak omelan saya langsung bawa kopernya dan teman bawa dus..
ternyata beliau tidak sendiri.. ada istrinya yang ikut..
” wah..ini jadi makin nggak benar!!!!”..  dalam mobil beliau sempat bertanya ke kami “Kalian jemputnya dimana?” “dipintu keluar pak!!”kata saya. “Udah saya bilang !! saya kan nunggunya disini”..katanya
kembali..
Dalam hati saya bilang “orang dimana-mana kalo keluar pasti lewat pintu keluar!!!”. selama perjalanan saya tidak ngomong sepatah kata pun. Jadi ketua panitia hanya untuk disemprot..padahal watu beliau menunggu disana tidaklah lama seperti beliau
mengundurkan jadwal seminar sampai 1 jam lebih. Dan selama perjalanan saya hanya sms-an ceria dengan istri cerita tentang kelakuan pejabat ini.

..salam–

Tiada respek sama sekali saya kepada anda bapak–

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: