Beranda > Pribadi > Dosen berlabel ‘1/2’ dan dosen berlabel ‘1’

Dosen berlabel ‘1/2’ dan dosen berlabel ‘1’

Sebuah catatan untuk dedikasi para dosen-dosen berlabel ‘1’.

Dalam status FB salah seorang teman waktu S1 dulu tertulis statusnya UTS (Ujian Tidak Serius)…
hmmm “maksudnya apa ya?”.

Teman saya itu bukanlah dosen, beliau adalah seorang pegawai Negeri Sipil di lingkungan dinas prop. Ja Bar.Disamping sebagai pegawai Negeri ternyata beliau ‘nyambi’ juga sebagai ‘dosen’ di beberapa Perguruan Tinggi(PT) di Bandung.
Saya ‘tidak pernah’ mencoba bertanya dimana saja beliau mengajar. Tapi update statusnya yg berkaitan dengan ‘mahasiswa’ lah yg sering menjadi rujukan bagi saya bahwa beliau juga nyambi sebagai ‘dosen’.

Fenomena karyawan/pejabat ataupun staff dari perusahaan negeri maupun swasta  yang berkeinginan menjadi tenaga pengajar/dosen saat ini sering kali dan hampir ‘mewabah’ hampir di semua PT. Ada banyak alasan dari mereka, diantaranya ketika Uang tidak menjadi tujuan karena diperusahaan asalnya telah berkelimpahan harta dan jabatan, maka ketika menjadi
tenaga dosen atau pengajar kebanyakan hanyalah didedikasikan untuk ‘mengabdi’. Tapi ketika posisinya masih meniti karir di perusahaan negeri/swasta maka kegiatan mengajar didedikasikan hanyalah untuk mencari tambahan, memenuhi kebutuhan

dapur. makanya untuk orang-orang seperti ini saya sebut Dosen Berlabel ‘1/2’. Pekerjaan tetapnya bukanlah dosen.Tapi nyambinya adalah dosen. Sedangkan untuk dosen yang memang profesinya sebagai dosen/pengajar saya beri label ‘1’. Pemberian label ini dimaksudkan untuk mencirikan tentang aktivitas mereka saja.

Dosen yang berlabel ‘1’ ini tidak bisa(mungkin bisa) merangkap pekerjaan diperusahaan lain. Pekerjaan mereka dengan ‘nyambi’ adalah mengajar dimana-mana. Oleh karena itu disebut sebagai dosen terbang.,terbang dari satu kampus ke kampus lain.
Mereka menyalurkan hobi mengajarnya dari satu Perguruan tinggi ke perguruan tinggi lain.

Penilaian (just opinion)
————————————-
ada nilai plus dan minus dari keduanya. Plus dari dosen berlabel ‘1/2’..  refreshingnya adalah dengan mengajar. DiKelas ‘cerita’ apapun tentang dikantornya. UTS dianggap nggak serius apalagi ketika memberikan nilai..(just my opinion).
Mereka bisa menjadi jembatan antara perbedaan ‘teori’ dikelas dengan ‘praktek’ di dunia kerja(seharusnya !!!).  Mereka bisa menjadi sharing pengalaman,ilmu pengetahuan praktis ditempat bekerja.

Sedangkan dosen berlabel ‘1’ secara konsep ‘dalam kelas’ mereka adalah ‘raja’nya. dosen berlabel ‘1’ ini banyak yang sering menguasai ‘teori’ saja.Lemah diimplementasi, bisa mengeluarkan teori-teori, tapi terkadang ‘tersandung’ dalam gap ‘teori dan praktek’.

Tapi keduanya harusnya saling melengkapi. Harus ada session khusus antara mereka yang berlabel ‘1/2’ dan ‘1’ ini. Saling melengkapi kekurangan sehingga jadi powerful. Dosen yang berlabel ‘1/2’ harus bisa menjadi ‘1’ dalam segi ‘praktek’. Dosen berlabel ‘1’
harus bisa memahami keilmuan yang notabene sering berbeda antara teori dengan praktek.

Secara sederhana, saya simpulkan “1/2 + 1” haruslah 1 1/2 (3/4)..

salam
————–

  1. April 13, 2010 pukul 2:09 pm

    thanks untuk share info ini mas…

  2. April 14, 2010 pukul 2:34 am

    sama-sama pak..
    jadi dosen juga pak? berlabel mana ?

    salam kenal juga..

  3. April 15, 2010 pukul 2:25 am

    berlabel 1/2 pak… mengajar untuk belajar ikhlas menumpahkan ilmu yang dititipkan Nya di dalam otak… salam buat keluarga…

  4. Ratna
    Juli 25, 2013 pukul 7:21 am

    hmmm…amazing!!!sangat menginspirasi om😀 !

    • Juli 26, 2013 pukul 2:46 am

      hmmm… thanks ya.. Ratna..
      salam

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: