Beranda > Lain-Lain, Pribadi > Menemukenali Masalah

Menemukenali Masalah

Ketika melihat foto mbak Lili di facebook, kakaknya istri yang sedang studi lanjut S2 di Kota Bandung ada yang membuat fotonya menjadi menarik. Foto sering  menjadi dokumentasi bagi kita semua. Foto juga dapat menggambarkan peristiwa yang sedang terjadi. Dan Foto tersebut memang menunjukkan kegiatannya yang sedang praktikum mengajar.
Tapi tulisan ini tidak bermaksud untuk mengomentari foto tersebut. Tulisan ini justru ingin mengomentari tulisan yang tertulis di foto tsb. Tulisan apakah gerangan??

Yang menarik bagi saya adalah kata-kata “menemukenali masalah”.Saya coba refresh pengetahuan berkaitan dengan ini. Setiap manusia dimanapun dan dalam situasi kehidupan seperti apapun banyak menghadapi masalah. Kita sendiri mungkin sering dan mungkin juga sedang menghadapi banyak masalah. Masalah pribadi, masalah keluarga, masalah keuangan, masalah pekerjaan.

Tulisan di foto mbak saya tersebut “Menemukenali masalah” sepertinya mencoba mengenali masalah-masalah yang ada.Dalam konteks lain masalah bisa saja timbul karena sengaja, tidak sengaja dan mungkin sengaja di ciptakan untuk membuat masalah menjadi lebih besar.

Masalah diSekitar Kita
Secara naluriah kita menemukan banyak masalah dalam kehidupan ini. Kesan “masalah” mungkin sedikit menjadi “negatif” terdengar dan jangan dikomentari dengan sikap negatif.. ya. Ada teman yang menghadapi masalah  rumah tangga yang rumit, ada juga yang sedang menghadapi masalah keuangan keluarga. Di facebook saya ada mahasiswa yang mengungkapkan komentar-komentar berkaitan dengan masalah “bentrok” dia dengan pacarnya. Ada mahasiswa lain yang merasa terkecilkan dikeluarga,lingkungannya. Di Kampus masalah mahasiswa yang nggak mampu bayaran, masalah jarang kuliah, masalah dosen yang ‘agak’ kurang dalam mengajar. Saya pribadi juga memiliki masalah. Dari masalah Adik yang sudah “tidak mampu/tidak mau” lagi melanjutkan kuliah. Masalah kerjaan, masalah spiritual dan lain-lainnya. Pada intinya setiap orang mungkin pernah mengalami ini.

Teman yang lagi terkena masalah rumah tangga pernah mengatakan ” Bahwa ternyata Allah klo mau menguji umatnya secara bertubi-tubi mungkin bisa dilihat di masalah saya.” dan dia berkata ke saya ” ya..Allah saya nggak sanggup menghadapi ini semua..”.
Teman yang lain malahan berserah diri dengan penuh semangat kepada Tuhan YME agar masalahnya dapat terselesaikan. Yang lain berusaha keras disertai doin untuk menyelesaikan semua masalah yang ada. Apapun usaha mereka Saya semestinya memberikan dukungan yang sangat besar atas usaha mereka semua.

Menyikapi masalah
Setiap orang punya teknik dan strategi Sendiri untuk menyelesaikan serta menyikapi masalah yang dihadapinya. D’Masiv lewat lagunya justru menyatakan janganlah menyerah. Mereka justru menyatakan bahwa hidup ini adalah anugrah dan setiap manusia pasti mengalami cobaan/masalah. Lagu ini juga menjadi favorit saya sehingga saya mendedikasikannya secara khusus dalam Blog ini. Diakhir lagu mereka dengan berkali-kali menyatakan bahwa kita janganlah pernah menyerah atas semua yang terjadi. Di nyanyikan kata-kata “jangan menyerah”nya berkali-kali.

Ada pepatah dan dalam alqur’an khususnya surat 94:6 dikatakan bahwa “sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. Jika kita menganggap masalah yang muncul merupakan kesulitan, Justru disaat itu kemudahan-kemudahan mulai terlihat. Bahkan di Surat itu sampai dinyatakan 2 kali bahwa Sesudah kesulitan itu ada kemudahan”.

Menyikapi masalah dengan berlebihan juga terkadang menjadi beban. Otak berfikir keras untuk menyelesaikannya, makan jadi nggak enak, tidur nggak nyenyak dan mungkin bisa menimbulkan penyakit. Marilah kita menyikapi masalah yang ada disekitar kita dengan arif, dengan pikiran yang jernih dan jika punya kemampuan ilmu yang berlebih menyelesaikan masalah dapat menggunakan teknik-teknik dalam menyelesaikan masalah.

Oke.. Mungkin nanti saya lanjutkan lagi tulisan ini..

salam 30 okt 09

  1. husmul
    Oktober 31, 2009 pukul 3:20 am

    kali ini tulisannya dangkal pak…ngak seperti biasa….

    • Oktober 31, 2009 pukul 3:26 am

      haaaaa…… sedangkal itu kah pak Mul??
      maklum belum diedit.. lg kejar tayang…
      salam

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: