Beranda > Pribadi > Memory PKL .. 1997 itu!!

Memory PKL .. 1997 itu!!

Sore itu sekitar jam 3 an  dikampus UNPAD DAGO 4 tahun 1997, saya agak gusar karena belum juga mendapatkan info dan tempat untuk pelaksanaan PKL saya disemester ini. Perasaan mulai gundah ketika teman2 sudah pada mulai PKL dan bercerita enak dan tidaknya pelaksanaan PKL mereka selama ini.Ada yang mendapat tempat favorit dan sesuai dengan bidang, ada yang stress dengan pola kerja dan ikut serta dalam pembuatan program-program dikantor itu.

Sahabat PKL.

Sore itu sebenarnya saya tidak sendirian. Saya ditemani Agus P dan Khairul Bakti. Mereka berdua juga ternyata belum memiliki tempat PKL seperti saya. Agus P yang sekarang menjadi karyawan di bank BNI di Sukabumi dan Khairul Bakti anak medan yang belakangan mengundurkan diri dari kuliah informatikanya yang tinggal PKL dan tugas akhir saja. Beliau kemudian memutuskan menekuni usaha sablon dan percetakan spanduk,baliho dan lain-lainnya. Usaha ini sudah dirintis dengan sangat serius sekali ketika kami mulai menginjak semester 4 masuk 5. Begitu rencana Tuhan, tidak ada yang tahu.Pertemuan terakhir dengan Agus P ketika menghadiri undangan pernikahan teman sekelas juga, Arif Mujahidillah di Bandung. Sedangkan pertemuan dengan khairul Bakti ketika saya menyambangi tempat usahanya di bilangan jalan surapati. Begitu suksesnya mereka berdua. Mereka berdualah yang kemudian menjadi teman-teman saya saat mengikuti PKL.

Dewi Penolong.

Adalah Trie Astri. yang sore itu menghampiri Kami bertiga. Dengan mimik cerianya bertanya kepada kami apakah sudah memiliki tempat PKL. Spontan saya menjawab.”Belum.., ini juga lagi pusing nyarinya dmana..??” dengan wajah memelas saya berkata. Ungkapan “belum” juga kemudian diamini  oleh khairul dan Agus.Kemudian bak dewi penolong, asrie mengatakan, “saya udah diterima di dua tempat”. Pertama di PT Kereta Api Indonesia dan satu nya di PT PLN Regional Jawa Barat. ” Saya mau lepas yang di PT KAI, kejauhan dari rumah.. saya mau ambil yang PLN.. tapi pembimbing yang di Kereta Api Baik banget … nggak enak klo dibatalkan.. Kalian mau gantiin saya.”

Saya orang pertama yang kemudian mengiyakan. “Iya… saya mau.. syaratnya apa saja.. nanti ditemani klo kesana ya.” Ahh.. Asri benar-benar menjadi penolong kami sore itu. Ibu ini sekarang kerja di UNPAD Dipati Ukur..pertemuan terakhir di tahun 2004 ketika saya bantu adik ngurus daftar ulang saat di terima UMPTN.

Bertemu Pembimbing Lapangan ..

Besok pagi sesuai jadwal kami berempat menuju kantor pusat PT KAI di Jalan Perintis Kemerdekaan No. 1. Suasana tidak terlalu rame diluaran dan megahnya gedung kantor sepertinya memberikan kesan perjodohan yang pas di hati saya. Sambil ngobrol berempat, saya bertanya ke Asri. “As.. nanti kamu duluan yang ngomong trus….nanti Kami ngerjain apa ya disana? belum kebayang bakalan ngerjain apa? mana ilmunya sedikit lagi..”. “Udah la nggak usah dipikirin… coba aja dulu.. bapaknya baek banget.” kata Asri kemudian. Menyusuri tangga Bagian Logistik PT KAI, kami menyusuri lantai pertama,kedua dan ketiga. Akhirnya masuk juga keruangan itu. Asri Kemudian masuk duluan mencari bapak pembimbingnya.Asri menceritakan bahwa dia membawa teman juga. Melihat Kami bertiga kemudian bapak tersebut mempersilahkan Kami duduk diruangan yg agak longgar dengan kursi yang agak banyak. Asri menyatakan minta maaf bahwa beliau tidak bisa PKL disini, dikarenakan mencarikan tempat yang lebih dekat dengan tempat tinggalnya. Tapi Asri mencarikan pengganti dirinya PKL disini yaitu  Kami bertiga.

Inilah pertemuan pertama saya dengan bapak ini . Dikemudian hari pertemuan ini begitu berkesan dihati dan memberikan motivasi, semangat dan pengetahuan yang luar biasa bagi hidup saya khususnya dalam bekerja. Pertemuan ini terus berlanjut sampai saya hampir dua tahunan menjadi tenaga tidak  tetap di PT KAI. Banyak orang besar yang saya kenal, dari Kepala Bagian Logistik, Kepala perencanaan, kepala statiun. Saya membantu menyortir ratusan surat rekanan PT KAI. Itulah pekerjaan saya selama disana. Saya juga membantu membuatkan aplikasi sederhana untuk logistik, ikutan projek di Perusahaan ini. Menjadi tenaga pengajar privat putra-putrinya bapak kepala bagian logistik. Ke kampus diantar dengan BMW oleh Ibu yang menjadi Kepala bagian perencanaan logistik.

Ya Allah Berikanlah Mereka semua kesuksesaan lahir dan bathin yang berarti bagi pribadi mereka dan perusahaan.
Ada Kenangan mendalam mengenai memori ini semua.. tapi kehidupan bukan untuk terus mengenang masalah lalu, tapi kehidupan adalah untuk menatap masa depan.. Semoga saya bisa kembali bergabung dengan tim ini… entah kapan.. semoga?

salam

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: